Senin, 22 Desember 2008

Jawaban Sederhana Penuh Makna

Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik – rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini. Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor,...terdengar suara tek...tekk.. .tek...suara tukang bakso dorong lewat.
Sambil menyeka keringat..., ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak - anak, siapa yang mau bakso ?
"Mauuuuuuuuu. ...", secara serempak dan kompak anak - anak asuhkumenjawab.
Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. ... Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini.
"Mang kalo boleh tahu, kenapa uang - uang itu abang pisahkan ? Barangkali ada tujuan ?" "Iya pak, saya sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, Saya hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak saya, mana yang menjadi hak orang lain / tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita – cita penyempurnaan iman ". "Maksudnya.. ..?", saya melanjutkan bertanya.
"Iya Pak, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Saya membagi 3, dengan pembagian sebagai berikut :
  1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari - hari saya dan keluarga.
  2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, saya selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.
  3. Uang yang masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama yang saya pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar. Maka saya berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, saya harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insyaAllah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi saya dan istri akan melaksanakan ibadah haji.

Hatiku sangat...........sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si Abang tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki. Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : "Iya memang bagus...,tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya....". Ia menjawab, " Itulah sebabnya Pak. Saya justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau pak RW, bukan hak pak Camat ataupun MUI.

Definisi "mampu" adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, "mampu", maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita".

"Masya Allah..., sebuah jawaban elegan dari seorang tukang bakso".
+ Wi2d -

-dari milist IMIKI (Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia)

Kamis, 18 Desember 2008

Indonesia Kreatif = Indonesia Kompetitif

Bagaimana kreativitas dapat menjadi ujung tombak ekonomi indonesia…


“…mari kita kembangkan ekonomi kreatif dengan memadukan ideas, art, and technology. Kita bisa, kita tidak boleh kalah dengan negara dan bangsa lain untuk membangun dan mengembangkan ekonomi kreatif ini. ”
- Pidato Presiden RI Susilo Bambang Yodhoyono pada pembukaan Pekan Produk Budaya Indonesia 2007.





Setahun lalu, presiden SBY sudah mulai mendengung-dengungkan pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Presiden juga memunculkan istilah “Peradaban Gelombang Keempat”. Peradaban inilah yang akan melahirkan suatu tatanan ekonomi baru, Ekonomi Gelombang Keempat.


Ekonomi gelombang keempat merupakan kelanjutan dari ekonomi gelombang sebelumnya yang mengandalkan teknologi informasi sebagai ujung tombak. Keunggulan ekonomi gelombang baru ini adalah ekonomi yang menitikberatkan pada tiga aspek orientasi yakni kreativitas, budaya dan warisan budaya, serta lingkungan. Perhatikan bahwa KREATIVITAS akan menjadi pijakan utama dalam ekonomi gelombang baru ini.
Oleh karena itu, empat instansi penting (Departemen Perindustrian, Departemen Perdagangan, Departemen Koperasi dan UKM, serta KADIN) mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia dengan merealisasikan program Indonesia Design Power hingga 2010. Program ini mengarahkan pada pemaksimalan desain sebagai penggerak ekonomi (mengurangi defisit neraca perdagangan, menambah GDP, dan membuka lapangan kerja).
Program ini dibagi dalam lima sub tema tahunan, yaitu:
  • Desain dan Inovasi (2007)
  • Identity for Local Product Value Contemporary Spirit (2008)
  • Standar Nasional Indonesia (2009)
  • Good Design Made In Indonesia (2010)

Boleh lah kalau kita sedang ngambek sama pemerintah gara-gara kenaikan harga BBM :-D . Tapi kita harus sama-sama aktif mendukung program ini ;)


Pekan Produk Budaya Indonesia 2008 yang berlangsung di Jakarta Convention Center pada 4-8 Juni 2008 kemarin telah selesai dilaksanakan. Semoga event ini bisa menjadi awal bagi bangkitnya pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Persis seperti tema yang digunakan,

“Awakening Indonesian Creative Economy For The World”


Note: Sorry nich, dokumentasinya belum bisa ditampilkan, masih tersimpan rapi di kamera :-D

Ditulis oleh Agus MU pada 9 June 2008

Selasa, 16 Desember 2008

Sepatu bilang: "Permisi mas Bush, saya mau lewat nih".... Bush Bilang:"ups....wek"

Melihat berita kemarin, ada sesuatu yang sangat jarang terjadi diberitakan saat itu. seorang wartawan melemparkan sepatunya dua kali ke arah kepala George W Bush yang merupakan Presiden Amerika yang sedang berkunjung ke Iraq. Menarik karena saat itu terjadi di ruangan tertutup dimana Bush dan Presiden Iraq sedang memberikan keterangan di Konfrensi pers guna menjelaskan kesepakatan penarikan pasukan juga sebagai pertemuan perpisahan dimana 20 Januari nanti ia akan lengser ke prabon.

Yang membuat hal ini menarik adalah perilaku wartawan tersebut juga ekspresi dan pernyataan yang dibuat oleh Bush setelah Insiden itu terjadi. ia tetap tenang dan menganggap hal tersebut bukan sesuatu yang mengancam dan merupakan ekspresi individu bukan rakyat Iraq secara keseluruhan, luar biasa kepercayaan dirinya.

Sedangkan, wartawan tersebut yang dikenali sebagai salah satu koresponden media televisi di Baghdad pun tentu melakukan hal tersebut tidak tanpa alasan. Hanya yang perlu diselidiki kembali adalah, apa gerangan motifnya? Sudah direncanakan atau belum ataukah hal tersebut merupakan tindakan spontan yang dipicu oleh faktor-faktor eksternal.

Insiden tersebut disebut-sebut sebagai insiden paling memalukan yang menimpa Bush, kenyataannya bahwa bukti yang dia bawa untuk mengadakan perang di Iraq lemah dan pada akhirnya secara tidak langsung membawa Amerika dan dunia masuk kedalam krisis politik di Iraq dan daerah lainnya.

Bentuk komunikasi yang diperlihatkan Bush juga wartawan tersebut tentu sangat menarik dibicarakan, efek yang didapat, dan hal lainnya. dan apabila itu terjadi di negeri ini apa yang akan terjadi?

Sebuah kejadian yang menarik untuk dilihat dan dicermati bukan