= CINTA bertanya kepada PERSAHABATAN, “buat apa aku ada di dunia ini jika kamu sudah ada?”
= PERSAHABATAN menjawab, “Untuk memberikan senyum dan menemani CINTA dikala air mata mengalir.”
= Kemudian PERSAHABATAN kembali bertanya pada CINTA, “lalu untuk apa aku ada di dunia ini jika kamu sudah ada?”
= Lalu CINTA pun menjawab kepada PERSAHABATAN, “Untuk memberikan kerukunan dan kedamaian jika PERSAHABATAN dilanda sebuah keretakan.”
Tulisan di atas diambil dari pengalaman seorang sahabat saya yang dikala itu dia jatuh cinta pada seorang wanita yang telah lama diimpikannya. Ketika dia (Paijo, sebut saja demikian) mengungkapkan perasaannya kepada gadis pujaannya (Dyah) melalui media seluler (mungkin karena Paijo malu), kemudian terjadilah percakapan di atas. Saat Paijo mengirimkan sms berisikan “Saya Cinta Kamu” (intinya), kemudian Dyah pun membalasnya dengan sebuah pernyataan ( = yang pertama). Paijo bingung dan sejenak Paijo mengartikan sendiri maksud Dyah. Tak lama kemudian Paijo beru mengerti akan balasan pesan Dyah tersebut. Yang intinya Dyah menolak cinta Paijo dengan cara halus. Paijo sadar bahwa dia telah ditolak cintanya oleh Dyah tapi Paijo kembali membalas sms Dyah ( = yang kedua dan ketiga) dengan maksud untuk membalikkan pendirian Dyah terhadap Paijo. Selang waktu agak lama, Dyah pun membalas pesan singkat Paijo ( = yang keempat).
Sampai sekarang entah bagaimana lagi kelanjutan nasib Paijo dan Dyah, karena saya hanya diceritakan (curhat) oleh Paijo hanya sampai di situ saja. Kalau saja Paijo tidak dapat meluluhkan hati Dyah, saya berharap Paijo tidak down dengan ini. Kalu Paijo bisa meluluhkan hati Dyah, maka saya sebagai sahabatmu mengucapkan “Selamat ya Jo, akhirnya kamu bisa. Tapi jalani ini semua dengan meksud untuk mencari Ridho Allah SWT ya Jo.” Semoga sahabatku berdua (Paijo dan Dyah) mendapatkan yang terbaik dari hubungan mereka dan bias ambil hikmah. Amien….
..::Luqmanul Karomah::..

0 comments:
Posting Komentar