kenapa setiap kali aku berkomunikasi dengan orang lain, emosiku sering nimbrung? dan itu terkadang tidak membuat komunikasi ku menjadi lebih baik. Jujur aku lebih senang ketika orang berkata apa adanya kepada ku. aku lebih menghargai itu.
menurutku komunikasi tidak hanya sekedar bicara verbal dan non verbal saja. tapi lebih dari itu kita juga harus mampu untuk memberikan efek psikologis bagi lawan bicara kita, agar pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik. komunikasi yang sering aku lakukan adalah dengan membumbuhi banyak canda dan tawa, tp terkadang malah menjadi lupa akan pesan yang sebernarnya ingin aku sampaikan, bahkan sering tidak tersampaikan.
tapi mengapa peranan media sangat besar sekali dalam memberi dampak psikologis bagi banyak orang? mengapa bukan dari mulut ke mulut yang notabena lebih bersifat personal? apa karena media punya ilmu hipnotis yah?hehe........jawabannya adalah......(rahasia).hehehe.......... atau memang begitu ya sifat dasar orang Indonesia?
Sekarang sangat gencar sekali tayangan yang katanya untuk hiburan tapi bagi ku tayangan itu adalah setan. Mengapa? karena dominasi tayangan khususnya di televisi yg menayangkan infotainment, sinetron dll, itu sangat jakarta sentris sekali dan sangat mengumbar nafsu orang yang suka akan hidup glamor dan hedonis. Itu yang sering berdampak jelek kepada masyarakat kita. masyarakat sering di terpa dengan mimpi mimpi hidup yang enak, mewah, foya foya dan kurang rasa sosial.
sungguh sangat dibutuhkan sebuah literasi media bagi masyarakat. apalagi saya sebagai warga komunikasi yang setiap hari berkutat dengan dunia ilmu komunikasi. banyak sekali teman, sahabat di kampus tempat saya menuntut ilmu komunikasi malah kurang melek akan media, bahkan ada yg ga ngerti akan media. padahal dia juga mahasiswa ilmu komunikasi. mungkin karena saya masuk dalam konsentrasi yang lebih membutuhkan kreatifitas dalam
berkomunikasi, membuat cara pandang saya sangat santai dan berpikir bahwa komunikasi itu penuh canda dan tawa. bukan kepada permasalahan performance atau penampilan dalam berkomunikasi. itu yang mungkin membuat saya lebih suka ngobrol dengan para supir becak, tukang ojek, satpam dll ketimbang kepada orang yang mempunyai jabatan tinggi tp jabatan itu diraihnya tidak atas jerih payah dia alias instan.
komunikasi ku apa adanya menjadi bagian dari sifat atas individu dalam melakukan aktivitas berkomunikasi yang juga menjadi cerminan atas pribadi individu tersebut
jadi, komunikasi ku lebih kepada apa yang ada di otakku yang aku sampaikan. aku marah, emosi, sedih, senang, bahagia atau apa saja yang ada dibenakku saat ini adalah apa yang aku sampaikan. aku yakin masih banyak orang yang lebih mampu berkomunikasi dengan baik daripada seorang cakman atau Luqmanul Karomah yang bodoh ini. dan saya ingin sekali belajar kepadanya karena setahu saya, belum ada orang yang mampu mengalahkan cara berkomunikasi Rasulullah SAW baik dengan kawan atau lawan.
..::Luqmanul Karomah::..
Rabu, 10 Desember 2008
Komunikasi Ku Apa Adanya
Posted by Luqmanul Karomah at 14.59
Labels: ungkapan komunikasi ku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 comments:
Posting Komentar